Cerita Fiksi suvive (cerita zombie) (pecinta zombie masuk)
Quote:
Awalnya ane baca salah satu thread orang yang bikin cerita fiksi zombie. Eh kaga taunya ane tertarik juga sama cerita fiksinya, tapi ane emang udah seneng banget sih sama cerita atau film yang seperti horror dan juga zombie salah satunya.
Karna itu ane jadi tertarik juga buat bikin juga deh hehe๐.. ko malah jadi nyeritain gua ya, langsung aja deh...
Yaudah langsung aja ane mulai.
EPISODE1:.Escape
Part 1
Senin, 20 Januari 2030
Kiara condong, 5:30
Matahari mulai menampakan dirinya, ayam ayam mulai berkokok, dan jam weker berbunyi. Aku segera bangun dan mematikan jam weker ku yang bunyinya seperti ayam berkokok,aku langsung mengambil air dan mencuci muka dan membangunkan adikku untuk mengantarkannya ke sekolah. Namaku Dika, umurku 21 tahun, aku bekerja di sebuah perusahaan di kota bandung sebuah perusahaan obat yang bernama kimia farma sebagai security, aku punya seorang kaka bernama ka Rendi, ia tinggal di Jakarta dan nama adikku adalah Danu. Danu kelas 2 SMP, orang tua kami meninggal sejak 2 tahun yang lalu akibat sebuah kecelakaan. Dan semenjak itu aku yang bekerja harus merawat dan menghidupi ku dan adikku. Pagi hari dengan motorku aku langsung pergi mengantarkan adikku ke sekolah. Sesampainya di sekolah ia mencium tanganku
"Hati hati ya de, belajar yang rajin ya"berkata dari ku
"Ya kak" jawabnya lalu aku berangkat ke tempat kerjaku.
Obat farma, 07:45
Sesampainya di tempat kerja aku melihat ada petugas biohazard dan dokter, dan banyak orang yang sedang mondar mandir membawa sampel obat dan menggunakan masker. Akupun disuruh oleh petugas untuk menggunakan masker sebelum masuk ke dalam. Akupun bertanya kepada rekanku sepekerjaan di kantorku
"Ini ada apa kang?"
"Ada virus ka katanya virus batuk dah bocor itu si andi katanya kena, dia dari tadi batuk batuk mulu dari waktu masuk kerja"
"Ko bisa ya"
"Mana gue tau, coba lu tanya aja sama pa Akmal gih sana!"
"Ya udah gue masuk dulu ke dalem ya"
Hari itu berlangsung normal, pekerjaan pun tidak terlalu berat.
Tepat pukul 5 sore aku pulang.
Kiara Condong, 19.00
Pada saat di rumah aku melihat tetanggaku mengalami gejala yang sama dengan Andi di kantorku tadi pagi, aku rasa virusnya mulai mulai menyebar, tapi ku pikir batuk sudah biasa terkena ke setiap orang juga.
"Dek, kakak pulang, kakak bawa makanan sama minuman kesukaan kamu nih dek" kataku
"Tumben ka bawa makanan enak"tanyanya
"Eh kamumah kalo kaka bawa makanan salah, ga bawa makanan salah" jawabku
"Hehehe iya iya"
"Ya udah kaka mau mandi dulu?"
"Iya kak"jawab adikku.
Selesai mandi aku dengan adikku makan sambil berbincang bincang
"Kak kita hari sabtu jadi kan jalan jalan?"tanya adikku
"Iya de"jawabku
"Kakak ga bohong kan?"
"Bener de kakak ga bohong"
Selesai makan dan berbicang kami menonton acara televisi, hampir semua isi aca adalah berita tentang kebocoran virus dari perusahaan kimia farma, karena tidak ada acara yang seru kami segera mematikan televisi dan segera tidur untuk beristirahat.
Kiara Condong, 00:45
Tengah malam aku mendapatkan sms dari DEPKES dan DEPHAN yang berisi:
"Semua warga Bandung di harapkan mengungsi ke beberapa tempat atau tetap diam di dalam rumah sampai satgas sampai di tempat untuk mengevakuasi warga, dan titik evakuasi terdapat di beberapa tempat berikut:
-BALKOT
-GASIBU
-ALUN ALUN
-BANDARA
-CAMP MALL
dikarenakan telah terjadi wabah aneh yang membuat penderitanya menjadi kanibal, virus ini menyebar melalui gigitan dan udara.
Gejalanya batuk berkepanjangan, indera pengecap sudah tidak merasakan lagi dan mulai tidak menyukai makanan seperti biasanyabiasanya, dan mata menjadi merah tanpa sebab dan berkepanjangan. Hidarilah orang dengan yang memiliki gejala tersebut, karena di pastikan orang tersebut sudah terinfeksi."
Aku tidak percaya dengan cerita seperti itu, orang jahil kah? Atau hoax semata? Mana mungkin, tak lama terdengar suara bunyi
Ntar aja ya gan, kalian penasaran apa engga? Hehehe
Part 2
Pistol yang tiba tiba mengagetkan dan menyadarkanku dari lamunanku. Dan setelah itu aku mengintip dari jendela dan terlihat ada seseorang yang sedang di kerumuni oleh banyak orang, setelah ku lihat lebih jelas aku baru sadar bahwa kerumunan orang tersebut menggigit dan menyerang seorang pria, aku pun tidak menyangkanya dan tiba tiba badanku lemas karena tidak percaya jika di dunia nyata akan terjadi hal seperti ini, aku pun lari dan bergegas untuk membangunkan adikku dan akupun segera mengambil kunci motorku dan membuka pintu, tapi sialnya terdapat 2 orang gila seperti kerumunan tadi yang menyerang dan memakan seorang pria.
Akupun lalu melemparkan sebuah guci tepat kearah kepala salah satu orang gila tersebut, dan sialnya salah satu dari orang yang telah gila tersebut ingin menggigit dan menyerang adikku akupun lantas mengambil sebuah pisau yang jaraknya tidak terlau jauh dan menusukkan pisau tepat ke kepalanya,
"Mati luh ban**at hah" ucapku
Lalu aku pergi keluar bersama adikku, di luar terasa seperti bukan di dunia lagi melainkan seperti di neraka, begitu banyak suara tembakan, jeritan, tangisan, sirine, dan muncratan darah yang melengkapi semua hal aneh kegilaan itu, semua orang sibuk untuk menyelamatkan dirinya masing masing, aku langsung menaiki motorku dengan adikku dan langsung gas sekencang kencangnya, tanpa kusadari mahluk itu mengejar kami seperti seorang atlit
"Cepetan ka" teriak adikku
Awalnya aku tidak tahu harus kemana tapi
Seru kah? Penasaran? Cerita bakalan ane lanjut kalo ada yang komen hehehe๐๐๐
Part 3
Aku tahu harus pergi ke tempat kerjaku, karena mungkin di sana akan terdapat sebuah anti virusnya atau camp perlindungan tapi di tengah perjalanan aku berhenti dan teringat jika virus ini berasal dari kantorku, dan aku berfikir jika aku pergi ke tempat kerjaku adalah sebuah hal bodoh jika aku kembali ke sarang virus tersebut.
Akupun lalu putar balik dan bergegas menuju camp perlindungan di mall karena ku pikir belum ada infeksi yang sampai di sana.
Mall, 01:15
Setelah aku dengan adikku sampai aku melihat banyak orang, polisi, dan tentara yang berbadan tegap lengkap dengan senjata dan juga badan kesehatan, mereka berkata bahwa di tempat ini aman, kami di karantina dan di periksa untuk memastikan tidak ada virus yang menyebar, kami tidak di perkenankan keluar kota sampai mendapatkan keterangan lebih lanjut dari pemerintah kota Bandung
Di sini aku bertemu dengan pacarku sebut saja ia Fina, ia langsung berlali menuju kearah ku dan memelukku sambil berkata
" ka keluarga gue semua udah.." sambil ia bersedih dan tidak bisa melanjutkan kata selanjutnya
" iya gue juga tau ko dan ngerti sama perasaan lu sekarang ini"
Disini kami berbincang bincang, tiba tiba banyak segerombolan mahluk kanibal menyerang kami secara tiba tiba.
Semua orang berlarian, dan aku dengan adikku berlari dan langsung menyambar motorku untuk segera pergi karena polisi dan tentara sudah tidak dapat lagi menghadang para kanibal tersebut dan akupun menyalakan motorku,tapi sialnya
Nanti lagi ya lanjutnya, masih penasaran? Hehe, part4 bakal nanti ane lanjut
Part 4
Bensinku habis, aku pun lalu mengajak semua orang untuk segera memasuki mall, dan kemudian ada seorang rekan kerjaku menyarankan untuk tidak memasuki mall, karena virus dengan cepat menyebar melalui gigitan dan udara dan sebentar lagi kota akan segera di karantina, sebut saja pa Akmal, dia adalah seorang ahli kimia dan obat obatan.
"Sebaiknya kita harus segera keluar dari kota ini, aku memiliki alasan yang kuat untuk keluar dari sini karena aku adalah seorang pegawai di perusahaan obat farma" katanya.
Kami harus membayar biaya administrasi sebesar 100 ribu rupiah, dan kamipun di kejutkan dengan jatuhnya sebuah helikopter, akupun melihatnya dengan jelas. Tiba tiba terpikir di pikiranku
"Dimana Fina?" Maafin aku, aku gabisa jaga kamu.
Kami langsung pergi ke rumah kakaku di Jakarta menggunakan mobil jip, kurasa virusnya belum sampai ke daerah sana, kami pun nebeng dan langsung menaikinya, dan diperjalanan kami berbincang bincang dan kulihat adikku telah tertidur pulas seperti tidak ada masalah hari ini. Saat di perempatatan, sialnya mobil itu lurus, dan kamipun turun dan melanjutkannya menggunakan taksi.
Jakarta, 04:30
Setelah kami sampai di rumah kakakku, akupun menceritakan apa yang telah terjadi pada kami, dan pa Akmal lalu menjelaskan tentang kronologi kejadian ini terjadi.
"Sejak 6 bulan yang lalu kami dari perusahaan obat farma, kami sedang membuat sebuah obat dan anti virus untuk mengobati penyakit HIV dan semacamnya tanpa ada efek samping dari obat tersebut, dan kami sangat merahasiakan kegiatan proyek tersebut dari semua orang termasuk karyawan biasa di obat farma dan seluruh negara, tapi itu semua sangat sulit karena setiap obat memiliki efek sampingnya dan banyak obat yang menyembuhkan satu penyakit dan akan timbul penyakit lainnya, maka kami mencoba virus dahulu yang sekarang telah menjadi bencana, untuk mengetes obat ini manjur atau tidak kami mencoba virus tersebeut kepada para relawan yang siap untuk percobaan ini, tetapi ada salah seorang yang tidak ingin dan menolak untuk menjadi sukarelawan dan akhirnya orang tersebut kabur dan membawa salah satu sampel obat virus tersebut hingga......

Mantap min terus lah berkarya ceritanya bagus bahasa sehari hari tapi masih ada kata2 typo tolong di benerkan yah min
BalasHapusOh siap
BalasHapus